Pegawai POLNEP Antusian Laksanakan Upacara Hari Kalahiran Pancasila – Ristekdikti


Bertempat dihalaman
kampus Politeknik Negeri Pontianak, seluruh pegawai antusias melaksanakan
upacara hari kelahiran Pancasila walaupun terik matahari cukup panas. Bertindak
sebagai Pembina upacara yaitu Direktur H. Muhammad Toasi Asha. Direktur
membacakan naskah sambutan Kepala BPIP. Dalam sambutan tertulisnya dijelaskan
bahwa Pancasila menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam
Negara kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa kondisi geografis  yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauna semakin memperkoko konsep dan keyakinan akan “tanah air Indonesia”. Kesatuan gugus pulau yang berada di antara dua Samudra, Pasifik dan Hindia, serta diantara dua Benua, Asia dan Australia meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai satu kesatuan. Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara. Di wilayah Nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakteristik dari keindahan. Demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman.

Pancasila sebagai dasar
Negara, idiologi Negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh pendiri
bangsa merupakan suatu anugrah bangsa yang diberikan oleh Tuhan Yang Mahasa Esa
buat bangsa Indonesia. Diakuinya, masih belum sempurna merealisasikan
nilai-nial Pancasila. Namun sebagai bangsa kita masih dapat bertahan hingga
kini berkat Pancasila. Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi
harus terus diperjuangkan.  Keberagaman
kondisi geografis, flora, fauna hingga asfek antropologis dan sosiologi
masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses
internalisasi dan sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila sekaligus
pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dalam hati  suci dan diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari.

Berkat Pancasila  yang berkelindan dengan nilai-nilai
inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang adaa menjadi suatu
berkah. Berkat Pancasila  sebagai bintang
benuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi indentitas nasional dalam
wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dalam
konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan
merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu
keniscayaan. Pertama, kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum
sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai fundamental bangsa
Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa ini dapat bersatu dan menyatu
sebagai satu bangsa. Sebagai bangsa yang kita tidak akan meninggalkan sejarah,
apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”. Untuk menghormati jasa
pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah
kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan
nasional (national pride).

Peringatan
hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum
perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan
Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan
suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan
perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperukan lagi. Yang
diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan
mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

Kedua,
dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk
menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila
sebagai “leitstars dinamis”, bintang
penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah
perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Sebagai energi positif bangsa,
Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam
merealisasi visi dan misi bangsa Indonesia.

Sebagai Negara bangsa
yang inklusif dan tidak chauvinis diperlukan pengelolaan unit kultural yang
unit politik secara dialektis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan
kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “Tamansari Kebudayaan”
yang memungkinkan semau mahluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat.
Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua

Untuk
itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling
bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
Kondisi demikian dapat berkembanga melalui budaya politik kewargaan yang
demokratis. Budaya politik yang dapat menumbuhkan dan merawat harapan, bukan
politik yang menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok
yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai
bangsa yang maju, adil dan makmur.

Melalui
peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan
sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan
Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat
membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu
membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun,
damal, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

(Erwandi
– Pranata Humas Muda)

Please follow and like us:


0





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *