Peneliti Indonesia Pertama Peraih SWSA Distinguished Dissertation Award – Ristekdikti


Dosen Fakultas Ilmu Komputer UI, Fariz Darari, Ph.D, menjadi peneliti Indonesia pertama peraih SWSA Distinguished Dissertation Award, yakni apresiasi tertinggi tingkat internasional untuk disertasi di bidang Semantic Web. SWSA (Semantic Web Science Association) merupakan penyelenggara ISWC (International Semantic Web Conference) yakni konferensi level A di bidang Semantic Web.  Seleksi yang diikuti oleh peneliti dari berbagai universitas di dunia ini, mengedepankan originalitas, signifikansi, dan dampak tertinggi sebagai dasar penilaian disertasi yang diikutsertakan.

Pria kelahiran Malang 5 Juli 1988 ini telah menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) tahun 2006, lalu melanjutkan studi master di TU Dresden, Jerman & Free University of Bozen Bolzano, Italia tahun 2011. Hingga kemudian menyelesaikan studi doktoralnya tahun 2017 di Bolzano dan Dresden. Di tahun 2013, Fariz Darari pernah memperoleh prestasi gemilang dan dinobatkan sebagai “Best EMCL Thesis Award 2013”. Hasil dari thesis terbaiknya dipublikasikan di konferensi internasional ISWC 2013. Kini, Fariz kembali menorehkan prestasi gemilang sebagai pemenang dari SWSA Distingushed Dissertation Award 2018.

Fariz dikenal dengan kegigihan dan konsistensinya. Sejak tahun 2013 hingga sekarang, Fariz aktif menghasilkan publikasi (baik main paper, workshop maupun demo/poster) di konferensi internasional ISWC. Disertasinya yang berjudul “Managing and Consuming Completeness Information for RDF Data Sources”, dibawah bimbingan Prof. Werner Nutt (Italia) dan Prof. Sebastian Rudolph (Jerman), diakui oleh pakar Semantic Web dunia sebagai penelitian yang berhasil menggabungkan teori, implementasi dan evaluasi dengan sangat solid dan diproyeksikan dapat menstimulasi banyak temuan pada under-developed aspect di bidang Semantic Web. Sejumlah peneliti senior yang menguji penelitian disertasi Fariz Darari diantaranya adalah Prof. Pascal Hitzler (USA), Prof. Markus Krötzsch (Jerman), dan  Peter F. Patel-Schneider, Ph.D (USA).

Semantic Web merupakan ilmu yang cukup baru dan pertama kali dicetuskan oleh Tim Berners-Lee, James Hendler, & Ora Lassila pada tahun 2001. Pada dasarnya, Semantic Web berbicara tentang bagaimana mengorganisasi web dengan lebih baik dan lebih mudah diproses oleh mesin. Fokusnya adalah mengeksplisitkan hyperlink yang ada pada web dan menggunakan paradigma baru, dimana kita dapat melihat informasi bukan sebagai teks atau strings tetapi lebih kepada objek atau things. Dengan kata lain, tidak sekedar menyimpan basis data teks tetapi juga knowledge based. Semantic Web tidak dapat dilepaskan dari big data processing.  Ketika data dalam jumlah besar diproses (big data processing), maka Semantic Web memiliki fungsi dalam memodelkan data yang interoperable dan kaya makna (semantics).

Prof. James Hendler, salah seorang pencetus Semantic Web, merupakan Co-Chair dari komite yang menyeleksi SWSA Distinguished Dissertation Award. Suatu kebanggaan tersendiri bagi Fariz Darari ketika salah satu pencetus pertama Semantic Web turut menyeleksi penelitiannya. Begitupula Prof. Dr. Pascal Hitzler, NCR Distinguished Professor & Director of Data Science Write State University (USA), turut memberikan dukungan pada Fariz “Overall, the manuscript is of outstanding quality. The topic addressed is important for the future development of the field, and the contributions are substantial and significant. The manuscript furthermore shows the proficiency of the author regarding both theory and implementations, and his skills as a narrator. ”pesan Pascal Hitzler.

Semoga prestasi dan penelitian yang ditorehkan oleh anak bangsa, termasuk Fariz Darari, dapat menjadi pemantik semangat dalam menghasilkan karya-karya dan kontribusi berharga bagi masyarakat dunia.

 

Sumber berita: http://www.cs.ui.ac.id/index.php/peneliti-indonesia-pertama-peraih-swsa-award/



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *