Unhas meluncurkan Smart Campus Berbasis Smart Card – Ristekdikti


Kebutuhan Smart Card dalam negeri dari hari ke hari kian meningkat dalam berbagai bidang seperti transportasi, perbankan, kesehatan, dsb. Smart Card ini bukan hanya berfungsi sebagai kartu identitas semata namun digunakan untuk berbagai macam transaksi.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Ristekdikti) mendorong bidang pendidikan khususnya di perguruan tinggi mengimplementasikan Smart Card. Hal ini dikarenakan Ristekdikti melalui Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan telah menggelontorkan dana penelitian untuk Konsorsium Smart Card Indonesia dalam merancang Sistem Smart Card produksi dalam negeri.

Konsorsium tersebut terdiri dari Universitas Hasanuddin, Telkom University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia. Disamping itu turut bergabung pula lima perusahaan yaitu; PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti), PT Xirka Silicon Technology, PT Data Aksara Matra (PT DAM), PT Inti Bangun Sejahtera (IBS), dan PT Versatile. Konsorsium ini bertujuan merancang suatu sistem Smart Card produksi dalam negeri yang dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan.

Pada Jumat (14/09/2018), Unhas menjadi tuan rumah dalam peluncuran Smart Campus berbasis Smart Card yang diselenggarakan di ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan hilirasi dari produk hasil riset.

Dwia A Tina – Rektor Unhas dalam sambutannya mengatakan bahwa pekerjaan besar berbasis riset ini melibatkan para dosen, mahasiswa dan berpartner dengan industri. Dia sangat bangga atas keterlibatan Unhas dalam proyek penelitian berteknologi tinggi ini.

“Penggunaan Smart Card di Unhas sudah kami programkan, Saya harap penggunaan Single Smart Card ini dapat digunakan untuk kebutuhan pelayanan akademik, mahasiswa dan supporting lainnya” – Ujar Dwia.

Ashwin Sasongko Sebagai perwakilan konsorsium Smart Card menceritakan bahwa proyek ini telah dirintis sejak 2016 yang berawal dari penandatanganan MoU untuk pengembangan Smart Card oleh 4 Universitas dan 5 partner industri pada gelaran Hakteknas 2016 di Solo.

Sebagai gambaran singkat, Smart Card terdiri dari Chip Semikonduktor yang dilapisi kartu plastik dan diisi Software baik di kartu, reader dan server yang mengontrolnya. Pekerjaan yang pertama dilakukan dalam Konsorsium Smart Card Indonesia adalah mendesain Chip Semikonduktor. Hal ini menjadi penting dikarenakan seluruh Smart Card di Indonesia menggunakan Chip Semikonduktor impor. Perguruan tinggi merupakan calon pasar Smart Card yang nyata, dengan menggunakan produk hasil riset ini dapat mengantisipasi ketergantungan terhadap barang impor.

“Perlu diketahui harga 1 keping Smart Card ini kurang lebih 1 dollar, yang menjadi penting bahwa pengguna dikalangan universitas saja sudah banyak, Jika 6 juta mahasiswa menggunakanya, itu artinya kita bisa menghemat devisa 6 juta dollars.” Ujar Ashwin.

Hotmatua Daulay – Direktur Pengembangan Teknologi Industri menjelaskan bahwa kita patut bangga dengan kemandirian membuat Smart Card ini, namun itu saja belum cukup. Indonesia sebenarnya bisa lebih menghasilkan banyak karya lagi jika SDM-nya mau bersinergi dengan melepaskan ego sectoral masing – masing.

“Kita perlu mengakumulasikan kemampuan yang kita miliki dan berintegrasi dengan berbagai macam disiplin keilmuan untuk pengembangan produk – produk yang lebih besar,” – Tukas Hotma.

Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan melalui Program Pengembangan Teknologi Industri telah memberikan dana penelitian sejak tahun 2016, namun pada tahun 2018 Kemenristekdikti mendorong untuk mengimplementasi produk hasil riset ini ke 4 universitas yang terlibat dalam pengembangan dengan total sebanyak 70.000 keping, dan Unhas sendiri mendapatkan 15.000 keping yang dibagikan langsung ke mahasiswa dan 71 reader yang tersebar di berbagai Fakultas.

“Pada 2018 Kita mendorong untuk implementasi ke 4 kampus. jika tidak, kita akan tolak pengajuan dana proposal penelitiannya. Alhasil peneliti setuju untuk uji terap. Jadi memang harus ada ‘tangan besi’ untuk riset – riset ini bisa diterapkan” – Tegas Hotma.

Peluncuran Smart Campus berbasis Smart Card ini ditandai dengan diserahkannya smart card tersebut ke perwakilan mahasiswa dan uji coba kartu pintar pada mesin reader yang telah disiapkan. (BHKLI-Risbang)

 





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *